Tips Sederhana Untuk Mempermudah Proses Penelitian

Mahasiswa yang baru pertama kali melakukan penelitian sering kali mengalami kebingungan tentang apa saja yang perlu dilakukan untuk menemukan landasan teori dari topik tertentu dan data dari penelitian sebelumnya. Berikut adalah beberapa tips dasar penelitian yang perlu diketahui untuk membantumu menemukan, mengelompokkan, dan menggunakan informasi serta landasan teori yang dapat mempermudah proses penelitian:

  • Buatlah jadwal tentang apa saja yang akan kamu capai pada tanggal-tanggal tertentu. Sebagai contoh: temukan 15 makalah penelitian sebagai referensi yang dapat mendukung atau bertentangan dengan hipotesis Ahingga tanggal 15 Desember, buat ringkasan berisi poin penting dari setiap makalah hingga tanggal 20 Desember, susun dan organisasikan semua informasi yang ditemukan ke dalam sebuah tulisan yang koheren, faktual dan dapat dipahami hingga tanggal 23 Desember.
  • Gunakan Wikipedia sebagai penunjuk jalan. Wikipedia akan sangat memudahkanmu dalam menemukan informasi dasar mengenai topik yang akan kamu teliti. Gunakan waktumu untuk mencari kata kunci yang terkait dengan topik, cek setiap tautan yang menunjukkan sumber dari kutipan atau data yang Wikipedia sediakan (di bagian bawah halaman akan ada bagian referensi yang menunjukkan semua sumber), dan buat catatan pribadi dari setiap sumber yang mereka rekomendasikan. Tujuan dari tahap ini adalah agar kamu mempunyai gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai topik yang akan kamu tulis. Tautan-tautan sumber informasi yang ada di Wikipedia merupakan penunjuk jalanmu. Ketika kamu mulai menulis, jangan kutip Wikipedia sebagai sumber, tetapi kutip isi dari karya ilmiah yang telah kamu cek kebenarannya.
  • Eksploitasi daftar pustaka. Jika kamu sudah menemukan satu essay, jurnal, atau makalah yang informatif dan sangat relevan dengan topikmu, manfaatkan daftar pustakanya yang terletak di halaman akhir. Kamu dapat membacanya dengan sekilas dan catat karya ilmiah yang judulnya terlihat relevan dengan penelitianmu. Akademisi cenderung to the point dalam memberikan judul, jadi cukup mudah untuk mengetahui inti dari karya ilmiah tanpa harus membaca isinya terlebih dahulu. Disamping itu, coba perhatikan nama dari penulis karena sangat mungkin ia membahas sebuah topik melalui beberapa karya ilmiah. Terus lakukan ini pada karya ilmiah yang kamu temukan selanjutnya hingga kamu memiliki jumlah referensi yang cukup.
  • Ingat selalu apa yang menjadi rumusan masalah. Tiap kali kamu menemukan materi baru, tanyakan pada dirimu apakah ini akan dapat membantumu menjawab pertanyaan ilmiah yang telah dibuat. Tinggalkan semua materi yang sepertinya relevan namun tidak membantu menjawab pertanyaan. Terlalu fokus dengan referensi akan menghabiskan banyak waktumu. Dapatkan 2 hingga 3 sumber yang dapat menjadi landasan dan latar belakang dalam penelitianmu, lalu berfokuslah dalam menemukan jawaban terhadap rumusan masalah.
  • Gunakan sistem untuk mengelompokkan informasi. Metode yang kami gunakan adalah one-subject notebook. Di bagian atas dari setiap halaman baru, tulis judul dari makalah atau essay, setelah itu ikuti dengan daftar pustaka yang dilengkapi dengan kutipan atau data penting dari masing-masing karya ilmiah (jangan lupa untuk sertakan halaman di mana informasi tersebut muncul). Jika diperlukan, kamu dapat menuliskan pemikiran atau ide yang muncul ketika kamu membacanya. Sangat disarankan agar kamu dapat menggunakan komputer untuk proses ini agar konten dapat diedit dengan mudah. Sekali lagi pastikan bahwa setiap kutipan, fakta dan pemikiran dikaitkan dengan sumbernya agar kamu dapat dengan mudah memasukkan referensi ketika proses penulisan dimulai.
  • Manfaatkan akses ke database akademik yang dikelola oleh universitas. Referensi yang diberikan Wikipedia tidak selalu dapat diakses oleh publik. Biasanya universitas memberikan mahasiswanya akses kepada perpustakaan digital seperti ScienceDirect dan JSTOR yang memiliki ribuan jurnal ilmiah berkualitas. Coba untuk unduh beberapa artikel dari jurnal di malam hari dan baca di keesokan harinya; ini akan mempermudah kamu untuk mencerna informasi yang disediakan oleh artikel. Percayalah, akses ke perpustakaan digital adalah salah satu privilege dari mahasiswa yang akan kamu rindukan ketika lulus.
  • Manfaatkan aplikasi notes di smartphone-mu. Jika kamu melakukan sebuah penelitian dengan bersungguh-sungguh, pikiranmu akan kerap tertuju padanya, bahkan ketika kamu sedang tidak mengerjakannya. Kapanpun ide bisa muncul secara tiba-tiba entah itu ketika saat kamu sedang mandi, hendak tidur, atau berbelanja. Segera tulis apapun ide yang muncul pada aplikasi notes di smartphone-mu karena saat-saat seperti itu tidak akan bertahan lama.
  • Gunakan karya ilmiah yang up to date sebagai referensi. Sebenarnya tidak masalah jika kamu menggunakan materi-materi dari penelitian lama. Tetapi idealnya, maksimal usia dari sebagian besar karya ilmiah yang kamu jadikan acuan di penelitianmu adalah 10 tahun. Sekarang ini ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat cepat dan dikhawatirkan jika kamu menjadikan karya ilmiah lama sebagai referensi, penelitian yang kamu lakukan tidak menjadi relevan dengan kondisi sekarang.

Semoga tips sederhana ini bisa mempermudah proses kalian dalam menemukan dan menggunakan informasi serta data yang dapat mendukung penelitian kalian ya!

Comments

  • No comments yet.
  • Add a comment